JANGAN
SISAKAN NASI, NANTI NASINYA NANGIS
Pasti kalian sering
dengar tentang mitos ‘ jangan sisakan
nasi, nanti nasinya nangis, dari dulu sampe sekarang perkataan itu masih
digunakan para orang tua untuk anaknya yang masih kecil untuk tidak menyisakan
nasi saat makan. Kalau dipikir-pikir nasi yang tersisa tidak ada hubungannya
dengan nasi itu menangis. Ungkapan ‘jangan sisakan nasi, nanti nasinya nangis
itu tidak benar karena nasi bukan benda hidup yang bisa nangis seperti manusia,
Pastinya alasan ini dijadikan bahan untuk menakut-nakuti anak, bahwa jika makan
nasi tidak habis maka nasinya bisa nangis.
Dan biasanya anak kecil
akan takut jika nasi akan menangis disebabkan ulahnya yang tidak mau makan. Mungkin
ungkapan yang dimaksud adalah supaya kita tidak membuang-buang nasi yang kita
makan dan makan dengan secukupnya. Nasi adalah rezeki untuk kita makan dari
Allah SWT karena masih banyak orang yang masih membutuhkan nasi. Nasi berasal
dari beras yang dipanen oleh para petani dengan susah payah.
Kita umpamakan saja jika
seseorang membuang satu butir nasi setiap kali makan, berapa kilogram beras
yang sudah dibuang percuma di Indonesia setiap kali makan?. Misalkan Jika
rakyat Indonesia berjumlah 300 juta orang, berarti ada 300juta butir. Jika kita
andaikan 1 kg beras itu sama dengan 10.000 butir beras, maka setiap kali makan pagi,
siang dan malam akan terbuang 30.000 kg (30 ton). Mungkin kita salah satu orang yang bisa
memakan nasi karena diluar masih ada orang yang sangat sulit mencari sesuap
nasi, maka dari itu mulai sekarang jangan siasakan nasi saat makan.
Jangan sisakan nasi, nanti nasinya nangis menurut saya
itu hanyalah mitos pada orang tua dahulu, mau percaya atau tidak, sebenarnya semua itu
kembali kepada diri sendiri. Tetapi, seringkali orang justru terbius kata
mitos, dan menganggapnya sebagai sebuah misteri yang makin lama makin bikin
penasaran. Padahal, kalau dipikir dengan logika hal-hal yang disebut mitos itu
ada penjelasannya. Sebagai manusia berpikir (homo sapiens), adalah konyol jika
Anda masih percaya dengan mitos.
SUMBER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar