Pages

▼

Rabu, 07 Januari 2015

Mitos Duduk dan Berdiri di Depan Pintu

Mitos Duduk dan Berdiri di Depan Pintu

Mitos (Bahasa Yunani: mythos) atau mite (Bahasa Belanda: mythe) adalah prosa rakyat cerita yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional . Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta , dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai  alegori atau  personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual . Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan  ajaran dalam suatu komunitas.

Disini ada mitos tentang Jangan duduk di depan pintu, nanti susah dapat jodoh dan Jangan berdiri di depan pintu, nanti rezeki jadi seret, itu adalah sebuah ungkapan mitos orang-orang dahulu kepada lajang yang suka duduk di pintu, menghalangi orang lewat. Banyak orang yang bilang orang yang duduk di depan pintu jauh jodoh agar orang yang suka di pintu tidak menghalangi jalan. Sebab selintas, tak ada hubungannya antara duduk atau berdiri di depan pintu dengan jodoh atau rezeki. Jadi kalimat tersebut mungkin bisa dibilang mengada-ada. Tapi jika mau berpikir sedikit lebih dalam, mungkin antara berdiri di depan pintu memiliki kaitan dengan jodoh atau rezeki. Mungkin kalimat tersebut terlahir dari penglaman hidup yang dilalui oleh para orang-orang tua di jaman dahulu. Mungkin pada saat itu ada seseorang yang memiliki kebiasaan duduk atau berdiri di depan pintu yang kemudian kesulitan dalam mendapatkan jodoh atau seret dalam mencari rezeki. Dari mulut ke mulut, pengalaman tersebut menyebar lintas orang, kampung, bahkan lintas zaman. mungkin  dengan pemikiran yang masih dangkal, kalimat tersebut ada benarnya. Namun tidak sepakat jika kalimat tersebut dijadikan sandaran atau acuan. Ada sebuah kalimat yang jauh lebih tepat untuk dijadikan dasar. Berikut adalah kalimatnya :
Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain, maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat. (HR. Muslim).
Berdiri atau duduk di depan pintu adalah perbuatan yang bisa menyulitkan orang lain yang akan masuk dan keluar melalui pintu tersebut. Begitu juga halnya dengan duduk-duduk di anak tangga di mana tangga tersebut dijadikan tempat lalu-lalang banyak orang. Jika makna hadits tersebut dilihat dari sisi lain, maka bisa dikatakan jika seseorang mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulit urusannya di dunia dan akhirat.
Namanya juga mitos, mau percaya atau tidak, sebenarnya semua itu kembali kepada diri sendiri. Tetapi, seringkali orang justru terbius kata mitos, dan menganggapnya sebagai sebuah misteri yang makin lama makin bikin penasaran. Padahal, kalau dipikir dengan logika hal-hal yang disebut mitos itu ada penjelasannya. Sebagai manusia berpikir (homo sapiens), adalah konyol jika Anda masih percaya dengan mitos.

Sumber:




1 komentar:

  1. Mitos seperti ini perlu kita kaji supaya tidak mengganjal dipikiran. Walau memang berdiri didepan pintu merupakan kegiatan yang kurang baik, namu dirasa mitos perlulah diungkap agar masyarakat tau arti yang sebenarnya.

    http://www.harianseluler.com/2016/09/mitos-jangan-duduk-didepan-pintu.html

    BalasHapus