Mitos Duduk dan Berdiri di Depan
Pintu
Mitos (Bahasa Yunani: mythos) atau mite
(Bahasa Belanda: mythe) adalah prosa rakyat cerita yang
menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam
semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi
oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas,
mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional . Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta , dunia dan para makhluk
penghuninya, bentuk topografi, kisah para
makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual . Mereka disebarkan untuk
menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat
tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu
komunitas.
Disini ada mitos tentang Jangan duduk di depan pintu, nanti
susah dapat jodoh dan Jangan berdiri di depan pintu, nanti rezeki jadi seret,
itu adalah sebuah ungkapan mitos orang-orang dahulu kepada lajang yang suka duduk di pintu,
menghalangi orang lewat. Banyak orang yang bilang orang yang duduk di depan pintu jauh
jodoh agar orang yang suka di pintu tidak menghalangi jalan. Sebab selintas, tak ada hubungannya
antara duduk atau berdiri di depan pintu dengan jodoh atau rezeki. Jadi kalimat
tersebut mungkin bisa dibilang mengada-ada. Tapi jika mau berpikir sedikit
lebih dalam, mungkin antara berdiri di depan pintu memiliki kaitan dengan jodoh
atau rezeki. Mungkin kalimat tersebut terlahir dari penglaman hidup yang
dilalui oleh para orang-orang tua di jaman dahulu. Mungkin pada saat itu ada
seseorang yang memiliki kebiasaan duduk atau berdiri di depan pintu yang
kemudian kesulitan dalam mendapatkan jodoh atau seret dalam mencari rezeki. Dari
mulut ke mulut, pengalaman tersebut menyebar lintas orang, kampung, bahkan
lintas zaman. mungkin dengan pemikiran yang masih dangkal, kalimat tersebut ada
benarnya. Namun tidak sepakat jika kalimat tersebut dijadikan sandaran
atau acuan. Ada sebuah kalimat yang jauh lebih tepat untuk dijadikan dasar.
Berikut adalah kalimatnya :
Barang siapa yang mempermudah kesulitan orang lain,
maka Allah ta’ala akan mempermudah urusannya di dunia dan akhirat. (HR.
Muslim).
Berdiri atau duduk di depan pintu
adalah perbuatan yang bisa menyulitkan orang lain yang akan masuk dan keluar
melalui pintu tersebut. Begitu juga halnya dengan duduk-duduk di anak tangga di
mana tangga tersebut dijadikan tempat lalu-lalang banyak orang. Jika makna
hadits tersebut dilihat dari sisi lain, maka bisa dikatakan jika seseorang
mempersulit orang lain, maka Allah akan mempersulit urusannya di dunia dan
akhirat.
Namanya juga mitos, mau percaya atau
tidak, sebenarnya semua itu kembali kepada diri sendiri. Tetapi, seringkali
orang justru terbius kata mitos, dan menganggapnya sebagai sebuah misteri yang
makin lama makin bikin penasaran. Padahal, kalau dipikir dengan logika hal-hal
yang disebut mitos itu ada penjelasannya. Sebagai manusia berpikir (homo
sapiens), adalah konyol jika Anda masih percaya dengan mitos.
Sumber:
1 komentar:
Mitos seperti ini perlu kita kaji supaya tidak mengganjal dipikiran. Walau memang berdiri didepan pintu merupakan kegiatan yang kurang baik, namu dirasa mitos perlulah diungkap agar masyarakat tau arti yang sebenarnya.
http://www.harianseluler.com/2016/09/mitos-jangan-duduk-didepan-pintu.html
Posting Komentar