Rabu, 17 Desember 2014

Peran Guru dalam Kurikulum 2013



PERAN GURU DALAM MENSUKSESKAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi. Dalam kurikulum 2013 menggunakan metode saintifik yang terdiri dari: Mengamati, yaitu pada tahap peserta didik bisa melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar dan membaca. Guru memfasilitasi anak didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan hal yang penting dari suatu objek, Menanya, yaitu: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati/pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang yang diamati , Mengumpulkan informasi, yaitu: pada tahap ini siswa melakukan eksperimen, membaca sumber lain, mengamati suatu objek dan melakukan wawancara dengan narasumber untuk mendapatkan informasi, Mengasosiasikan, yaitu: pada tahap ini siswa mengelola  informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan eksperimen maupun mengumpulkan informasi, Mengkomunikasikan, yaitu: pada tahap ini siswa dituntut untuk menyimpulkan hasil kerjanya yang mereka buat dan sekarang kurikulum 2013 ditambah proses mencipta, yaitu pada tahap ini siswa membuat suatu hasil karya dari kegiatan yang mereka lakukan lalu memajangnya disekeliling ruang kelas dan melakukan penilaian antar kelompok. 
Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas  I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap. Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperoleh dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada aspek keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilan sendiri  merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori semata, yang terakhir yaitu: Aspek sikap merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap  meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Dalam kurikulum 2013 peran guru terdiri atas, Guru sebagai desainer pembelajaran, yaitu: Sebagai guru professional, guru mendesain bagaimana corak pembelajaran yang akan dijalankan. Desain pembelajaran itu sudah terekam dalam perangkat pembelajaran yang terstruktur, praktis dan bias diterapkan, Guru Sebagai Seniman Pembelajaran,yaitu: Pembelajaran di ruang kelas memiliki nilai dan sentuhan seni sehingga menimbulkan rasa senang bagi siswa. Sebelumnya guru telah melakukan perancangan terhadap pembelajaran yang mengandung unsur seni sehingga rancangan tersebut dapat dijalankan oleh guru, Guru sebagai Motivator pembelajaran, yaitu: Peran tersulit dialami guru adalah membangkitkan semangat dan kemauan siswa untuk mengeksplorasi materi belajar sebanyak mungkin. Motivasi yang cukup akan membuat siswa terangsang untuk belajar secara maksimal, Guru sebagai Mediator pembelajaran, yaitu: Kehadiran guru dalam pembelajaran sebagai perantara antara sumber belajar dengan siswa. Guru menyajikan pokok permasalahan pembelajaran kepada siswa dan siswa menerima, menelaah, dan membahas materi itu sehingga menjadi miliknya, Guru sebagai Inspirator pembelajaran, yaitu: Guru menjadi sumber inspirasi utama bagi siswa dalam mengelola materi pelajaran. Pemikiran dan strategi yang disampaikan guru akan menggerakkan siswa belajar secara mandiri dan kreatif. Dalam kurikulum 2013 juga sebagai fasilitator bagi siswa, disini guru tidak hanya bisa sekedar mengajar saja tapi harus tau bagaimana karakter dari masing-masing siswa dikelas karena setiap karakter siswa berbeda-beda, guru juga harus mengkondisikan kelas dengan baik dan guru harus mengerti dalam penerapan kurikulum 2013 agar dapat mengimplementasikan dikelas dengan baik serta guru harus menambah wawasan yang luas dengan menggunakan teknologi karena dalam kurikulum 2013 juga dibutuhkan keterampilan teknologi untuk guru bukan hanya siswa saja. Maka dari itu disini peran guru sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum 2013.


0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates