Rabu, 17 Desember 2014

RAMALAN RONGO WARSITO



Ramalan Rongo Warsito

Menurut ramalan Jayabaya (1135-1157), Indonesia hanya akan mencapai kemakmuran jika dipimpin oleh presiden yang mempunyai nama sesuai dengan urutan “Notonogoro” yang dipisahlan menjadi No-To-No-Go-Ro.
Diawali oleh “No”, yaitu Soekarno, dan dilanjutkan oleh “To” yang diwakili oleh Soeharto. Namun setelah Soeharto, belum ada lagi nama Presiden RI yang masuk dalam ramalan ini, mulai dari BJ Habibie, Megawati Soekarnoputri, hingga Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Baru setelah itu ada lagi nama “No” yang kedua, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono.
Nama Habibie, Megawati, dan Gus Dur tidak masuk dalam istilah Notonogoro. Karena itu ketiganya tidak ada yang memimpin hingga lengkap lima tahun. Dengan mengacu pada uraian “Notonogoro” ini, maka jika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI pada Pilpres 2014 ini, dia diprediksi tidak akan menyelesaikan masa 5 tahun kepemimpinannya.
Menurut Ronggo Warsito, presiden yang akan menggantikan SBY adalah sosok yang sangat religius. Menurut pujangga besar tanah Jawa pada era Kasunanan Surakarta abad 18 itu, ada tujuh satrio sebagai tokoh yang memerintah Indonesia. Tujuh tokoh tersebut adalah Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, dan Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro (pemimpin yang akrab dengan penjara) yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajajahan. Pemimpin ini kemudian menjadi tokoh besar yang terkenal sampai ke seluruh dunia (Murwo Kuncoro). Tokoh tersebut ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama RI (1945-1967).
Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar. Tokoh pemimpin berharta dunia (Mukti), berwibawa dan ditakuti (Wibowo). Namun dirinya dilekatan dengan segala kesalahan dan bernasib buruk (Kesandung Kesampar). Ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden kedua RI dan pemimpin Rezim Orba yang sangat ditakuti (1967-1998).
Satrio Jinumput Sumelo Atur. Tokoh pemimpin yang diangkat (Jinumput) tetapi hanya dalam masa transisi atau sekedar menyelingi (Sumela Atur). Ditafsirkan BJ Habibie Presiden Ketiga RI. Berkuasa tahun 1998-1999.
Satrio Lelono Topo Ngrame. Tokoh pemimpin yang suka mengembara atau keliling dunia (Lelono) juga mempunyai jiwa rohaniawan dan kontroversial (Tapa Ngrame). Ditafsirkan KH. Abdurrahman Wahid alias Gus Dus, Presiden Keempat RI (1999-2000).
Satrio Piningit Hamong Tuwuh, yaitu tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma leluhurnya (Hamong Tuwuh). Sosok ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri yang merupakan anak Soekarno, Presiden Kelima RI (2000-2004).
Satrio Boyong Pambukaning Gapuro. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (boyong) dari menteri menjadi presiden dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju puncak zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Tokoh ini ditafsir SBY. Dia akan selamat memimpin bangsa dengan baik jika mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Pemimpin Ketujuh, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Presiden ketujuh menurutnya adalah Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu, yaitu tokoh pemimpin yang sangat religius, digambarkan sebagai tokoh agama (Pinandito/ulama) yang rendah hati, dan memimpin Negara atas dasar agama (Sinisihan Wahyu).
Pada kenyataannya Presiden RI yang ke tujuh sekarang adalah jokowi menurut ramalan rongo warsito mungkin ada benarnya tentang jokowi yang tidak akan selesai menjadi presiden selama 5 tahun, tetapi semua itu bisa aja salah karena jokowi baru memipin berapa bulan saja dan belum bisa diprediksi kalau presiden jokowi tidak bertahan lama karena mungkin jokowi punya cara tersendiri untuk mensukseskan bangsa ini dan membuat bangsa ini menjadi sejahtera, memang saat ini yang banyak dirugikan rakyat kecil karena semenjak jokowi diangkat jadi presiden BBM naik dan rakyat kecil merasa kesusahan tapi pada saat nanti jokowi bisa mengatasi semua itu jadi kita tunggu saja perkembangannya, sekarang jokowi baru menjabat beberapa bulan dan masa jokowi jadi presiden masih lama jadi masih banyak waktu untuk membuat bangsa ini makmur dan kita sebagai rakyat jangan selalu menyalahkan presidennya karena kalau kita jadi presiden belum tentu kita bisa jadi mereka yang memikirkan untuk memajukan bangsa ini karena semua itu butuh proses untuk Indonesia menjadi maju.

SUMBER
http://simomot.com/2014/04/10/presiden-ri-ke-7-menurut-ramalan-jayabaya-ronggo-warsito-dan-astrolog/

Peran Guru dalam Kurikulum 2013



PERAN GURU DALAM MENSUKSESKAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013 merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP). Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman, skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan santun dan sikap disiplin yang tinggi. Dalam kurikulum 2013 menggunakan metode saintifik yang terdiri dari: Mengamati, yaitu pada tahap peserta didik bisa melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar dan membaca. Guru memfasilitasi anak didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk memperhatikan hal yang penting dari suatu objek, Menanya, yaitu: mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati/pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang yang diamati , Mengumpulkan informasi, yaitu: pada tahap ini siswa melakukan eksperimen, membaca sumber lain, mengamati suatu objek dan melakukan wawancara dengan narasumber untuk mendapatkan informasi, Mengasosiasikan, yaitu: pada tahap ini siswa mengelola  informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan eksperimen maupun mengumpulkan informasi, Mengkomunikasikan, yaitu: pada tahap ini siswa dituntut untuk menyimpulkan hasil kerjanya yang mereka buat dan sekarang kurikulum 2013 ditambah proses mencipta, yaitu pada tahap ini siswa membuat suatu hasil karya dari kegiatan yang mereka lakukan lalu memajangnya disekeliling ruang kelas dan melakukan penilaian antar kelompok. 
Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas  I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap. Untuk aspek pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperoleh dari Ulangan Harian, Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada aspek keterampilan merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilan sendiri  merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki sehingga hanya menjadi teori semata, yang terakhir yaitu: Aspek sikap merupakan aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap  meliputi perangai sopan santun, adab dalam belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya. Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Dalam kurikulum 2013 peran guru terdiri atas, Guru sebagai desainer pembelajaran, yaitu: Sebagai guru professional, guru mendesain bagaimana corak pembelajaran yang akan dijalankan. Desain pembelajaran itu sudah terekam dalam perangkat pembelajaran yang terstruktur, praktis dan bias diterapkan, Guru Sebagai Seniman Pembelajaran,yaitu: Pembelajaran di ruang kelas memiliki nilai dan sentuhan seni sehingga menimbulkan rasa senang bagi siswa. Sebelumnya guru telah melakukan perancangan terhadap pembelajaran yang mengandung unsur seni sehingga rancangan tersebut dapat dijalankan oleh guru, Guru sebagai Motivator pembelajaran, yaitu: Peran tersulit dialami guru adalah membangkitkan semangat dan kemauan siswa untuk mengeksplorasi materi belajar sebanyak mungkin. Motivasi yang cukup akan membuat siswa terangsang untuk belajar secara maksimal, Guru sebagai Mediator pembelajaran, yaitu: Kehadiran guru dalam pembelajaran sebagai perantara antara sumber belajar dengan siswa. Guru menyajikan pokok permasalahan pembelajaran kepada siswa dan siswa menerima, menelaah, dan membahas materi itu sehingga menjadi miliknya, Guru sebagai Inspirator pembelajaran, yaitu: Guru menjadi sumber inspirasi utama bagi siswa dalam mengelola materi pelajaran. Pemikiran dan strategi yang disampaikan guru akan menggerakkan siswa belajar secara mandiri dan kreatif. Dalam kurikulum 2013 juga sebagai fasilitator bagi siswa, disini guru tidak hanya bisa sekedar mengajar saja tapi harus tau bagaimana karakter dari masing-masing siswa dikelas karena setiap karakter siswa berbeda-beda, guru juga harus mengkondisikan kelas dengan baik dan guru harus mengerti dalam penerapan kurikulum 2013 agar dapat mengimplementasikan dikelas dengan baik serta guru harus menambah wawasan yang luas dengan menggunakan teknologi karena dalam kurikulum 2013 juga dibutuhkan keterampilan teknologi untuk guru bukan hanya siswa saja. Maka dari itu disini peran guru sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum 2013.


Selasa, 16 Desember 2014

KURIKULUM 2013


KETERKAITAN TEORI BELAJAR VYGOTSKY
DALAM HASIL BELAJAR TERKAIT KURIKULUM 2013

Salah satu teori belajar yang terkait dengan kurikulum 2013 adalah teori belajar vygotsky. Teori belajar vygosky terdapat metode saintifik begitu pun dengan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan dari kurikulum sebelumnya. Dalam proses belajar terdapat dua tahap dalam teori belajar vygotsky, yaitu tahap pertama terjadi pada saat berkolaborasi dengan orang lain,dan tahap berikutnya dilakukan secara individual yang di dalamnya terjadi proses internalisasi. Pembelajaran matematika dalam teori belajar vygotsky  bertujuan membina siswa untuk meningkatkan hasil belajar dan kreatifitas siswa serta keaktifan siswa dalam belajar. Proses pembelajaran menggunakan teori belajar vygotsky Vygotsky menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan yang menurut beliau, bahwa interaksi sosial yaitu interaksi individu tersebut dengan orang lain merupakan faktor terpenting yang dapat memicu perkembangan kognitif seseorang.

Profil Singkat Vygotsky

Nama lengkapnya adalah Lev Semyonovich Vygotsky. Ia dilahirkan di salah satu kota Tsarist, Russia, tepatnya pada pada 17 November 1896, dan berketurunan Yahudi. Ia tertarik pada psikologi saat berusia 28 tahun. Sebelumnya, ia lebih menyukai dunia sastra. Awalnya, ia menjadi guru sastra di sebuah sekolah, namun pihak sekolah juga memintanya untuk mengajarkan psikologi. Padahal, ia sama sekali tidak pernah mengenyam pendidikan formal di fakultas psikologi sebelumnya. Namun, inilah skenario yang membuatnya menjadi tertarik untuk menekuni psikologi, hingga akhirnya ia melanjutkan kuliah di program studi psikologi Moscow Institute of Psychology pada tahun 1925. Judul disertasinya mengenai ”Psychology of Art”.
Lev Vygotsky adalah seorang psikolog yang berasal dari Rusia dan hidup pada masa revolusi Rusia. Vygotsky dalam menelurkan pemikiran-pemikirannya di dunia psikologi kerap menghadapi rintangan oleh pemerintah Rusia saat itu. Perkembangan pemikirannya meluas setelah ia wafat pada tahun 1934, dikarenakan menderita penyakit TBC. Vygotsky pun sering dihubungkan dengan psikolog Swiss bernama Piaget. Lahir pada masa yang sama dengan Piaget, seorang psikolog yang juga mempunyai keyakinan bahwa keaktifan anak yang membangun pengetahuan mereka. Vygotsky meninggal dalam usia yang cukup muda, yaitu ketika masih berusia tiga puluh tujuh tahun.

TEORI BELAJAR VYGOTSKY

Vygotsky merupakan satu di antara tokoh konstruktivis. Konstruktivisme adalah argumen bahwa pengetahuan merupakan konstruksi dari seseorang yang mengenal sesuatu. Seseorang yang belajar dipahami sebagai seseorang yang membentuk pengertian/pengetahuan secara aktif dan terus-menerus. Menurut Vygotsky, pada saat peserta didik melaksanakan aktivitas di dalam daerah perkembangan terdekat mereka, tugas yang tidak dapat diselesaikan sendiri akan dapat mereka selesaikan dengan bimbingan atau bantuan orang lain. teori belajar Vygotsky adalah salah satu teori belajar sosial sehingga sangat sesuai dengan model pembelajaran kooperatif karena dalam model pembelajaran kooperatif terjadi interaktif sosial yaitu interaksi antara siswa dengan siswa dan antara siswa dengan guru dalam usaha menemukan konsep-konsep dan pemecahan masalah.
Vygotsky mengemukakan tiga kategori pencapaian siswa dalam upayanya memecahkan permasalahan, yaitu
  1.  siswa mencapai keberhasilan dengan baik,
  2. siswa mencapai keberhasilan dengan bantuan,
  3. siswa gagal meraih keberhasilan. Scaffolding berarti upaya guru untuk membimbing siswa dalam upayanya mencapai suatu keberhasilan. Dorongan guru sangat dibutuhkan agar pencapaian siswa ke jenjang yang lebih tinggi menjadi optimum (Vygotsky, 1978:5).
konsep penting dalam teori Vygotsky

1.      Zone of Proximal Development (ZPD)

   Zona  Perkembangan Proksimal (zone of proximal development). Menurut teori Vygotsky,  Zona Perkembangan Proksimal dapat dibedakan ke dalam dua tingkat, yaitu tingkat perkembangan aktual dan tingkat perkembangan potensial.
2.      Scaffolding

teori ini sangat berkaitan erat dengan  Zone of proximal development. Hal tersebut karena scaffolding merupakan sebuah teknik untuk mengubah level dukungan. Scaffolding merupakan bantuan kepada siswa secara terstruktur pada awal pembelajaran dan kemudian secara bertahap mengaktifkan siswa untuk belajar mandiri.

Pembelajaran Matematika Berdasarkan Teori Vygotsky

  Dalam pembelajaran matematika siswa diberi suatu kasus, lalu Siswa mengamati, membandingkan, mengenal karakteristik, dan berusaha menyerap berbagai informasi yang terkandung dalam kasus tersebut untuk digunakan memperoleh kesimpulan. Ini merupakan bagian kegiatan yang penting dalam pembelajaran matematika beracuan kosntruktivisme. Melalui pengamatan pada kasus kasus tersebut, siswa memperoleh “pengalaman” yang diserap di benak siswa. Dengan demikian terjadi aktivitas aktif siswa dalam mengkonstruk matematika.   guru berfungsi sebagai motivator yang memberikan rangsangan agar siswa aktif dan memiliki gairah untuk berfikir, fasilitator, yang membantu menunjukkan jalan keluar bila siswa menemukan hambatan dalam proses berfikir, serta yang memberikan penghargaan pada prestasi yang dicapai siswa, sehingga mampu meningkatkan motivasi yang lebih tinggi dari dalam diri siswa. Pada intinya, siswa lah yang dapat menyelesaikan permasalahannya sendiri untuk membangun ilmu pengetahuan. 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN TEORI  VYGOTSKY

Kelebihan dari teori Vygotsky
  1. Berpikir. Dalam proses membina pengetahuan baru, murid berpikir untuk menyelesaikan masalah, mencari ide dan membuat keputusan.
  2. Paham. Oleh kerana murid terlibat secara langsung dalam membina pengetahuan baru, mereka akan lebih paham dan boleh mengaplikasikannya dalam semua situasi.
  3. Ingat. Oleh karena murid terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan mengingat lebih lama semua konsep yang telah mereka pelajari. Melalui pendekatan ini murid membina sendiri kepahaman mereka. Dengan ini, mereka akan lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.
  4. Kemahiran sosial. Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan rekan dan guru dalam membina pengetahuan baru.
  5. Senang, oleh karena mereka terlibat secara terus-menerus, mereka paham, ingat , yakin, dan berinteraksi dengan sehat, maka mereka akan merasa lebih senang belajar dalam membina pengetahuan baru.
  Kekurangan atau kelemahan dari teori Vygotsky
  1. Dapat dilihat bahwa dalam proses pembelajarannya, peran guru sebagai pendidik sepertinya kurang begitu mendukung.
  2. Cakupan makna yang dipelajari menjadi lebih luas dan sulit untuk dipahami.
Aplikasi Teori Vygotsky dalam Pembelajaran

    Agar pembahasan tentang teori Vygotsky langsung terasa bagi usaha pengembangan kognitif, banyak usaha konkret yang dapat dilakukan dalam mengaplikasikan teori tersebut, misalnya:
  1. Teori Vygotsky menuntut pada penekanan interaksi antara peserta didik dan tugas-tugas belajar. Mengedepankan suatu proses belajar dimana siswa lebih berperan aktif. Dengan demikian peran guru lebih bergeser lebih menjadi fasilitator konstruksi siswa.
  2. Menggunakan zone of proximal development. Dengan penyesuaian terus menerus.
  3. Banyak menggunakan teman sebaya sebagai guru. Artinya bahwa memang bukan hanya orang dewasa yang mampu membantu seorang anak dalam perkembangan kognitifnya. Karena faktanya memang bahasa teman sebaya lebih mudah untuk dipahami dalam interaksinya.
Keterkaitan Teori Belajar Vygotsky dalam Hasil Belajar dengan kurikulum 2013

Di dalam kurikulum 2013 siswa yang lebih aktif dari pada guru, dalam arti guru hanya sebagai fasilitator dalam belajar dan pembelajaran berpusat pada siswa, serta di dalam kurikulum 2013 menggunakan pendekatan saintifik. Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran melibatkan keterampilan proses seperti mengamati,menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengkomunikasikan. Dalam melaksanakan proses-proses tersebut, bantuan guru diperlukan. Akan tetapi bantuan guru tersebut harus semakin berkurang dengan semakin bertambah dewasanya siswa atau semakin tingginya kelas siswa.
   Di dalam teori belajar vygotsky mengandung Metode Scaffolding merupakan praktik yang  berdasarkan pada konsep Vygotsky tentang zona of proximal development (zona perkembangan terdekat). Scaffolding merupakan bantuan kepada siswa secara terstruktur pada awal pembelajaran dan kemudian secara bertahap mengaktifkan siswa untuk belajar mandiri.
   Dalam teorinya vygotsky juga menunjukan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan siswa pun lebih aktif, dan guru hanya sebagai fasilitator. teori belajar vygotsky dalam hasil belajar terkait kurikulum 2013 saling berhubungan karena vygotsky merupakan salah satu teori belajar yang mempunyai metode saintifik secara relevan dan juga dapat meningkatkan hasil belajar yang baik dalam meningkatkan percaya diri siswa dan siswa semakin aktif dan kreatif dalam belajar.

SUMBER

Suherman,dkk.2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: Jurusan Pendididikan Matematika UPI
Sanjaya,Wina.Kurikulum dan Pembelajaran,Jakarta:Kencana Prenada Media Group(2008)

Direktorat Pembinaan SMP .Implementasi Kurikulum 2013. 5 Oktober 2014.
 http://www.psmp.web.id/berita/104-implementasi-kurikulum-2013,

Sesep A.Tk.A., Ot.K. Metode Pembelajaran Scaffolding. 17 December 2013
http://blog.menghafalcepat.com/metode-pembelajaran-scaffolding/

Sulipan. Teori Belajar Menurut Piaget,Bruner dan Vygotsky.16 Mei 2011
http://sulipan.wordpress.com/2011/05/16/teori-belajar-menurut-piaget-bruner-dan-vygotsky/

Amaliana Nurjannah.Pembelajaran Matematika Berdasarkan Teori Kontruktivisme Sosial(vygotsky).5 Oktober 2013. Tersedia pada: http://amalianurjannah.files.wordpress.com/2013/05/10-pembelajaran-matematika-berdasarkan-teori-konstruktivisme-sosial-1.pdf


Template by:

Free Blog Templates