Selasa, 27 Januari 2015

ASAL MULA MERSUCUAR ANYER



 ASAL MULA MERSUCUAR ANYER

Di kawasan Anyer kita dapat menyaksikan menara tua yang disebut Mercusuar Anyer. Menara yang di bangun pada masa pemerintahan Z.M. Willem III setinggi  75,5 meter ini terdiri dari 18 tingkat, dibangun pada masa penjajahan Belanda. Dilihat dari prasasti yang tertempel di kaki mercusuar, bangunan yang terbuat dari baja setebal 2,5cm itu sudah berusia lebih dari 170 tahun, tepatnya dibangun pada tahun 1885. Sampai kini masih berfungsi memandu kapal-kapal yang lalu-lalang di malam hari. Menara ini diyakini sebagai titik nol jalan Anyer (Banten)-Panarukan (Jawa Timur) yang dibangun Gubernur Jenderal Daendles. Dari sinilah awal mula Daendels, Gubernur Jenderal Hindia Belanda waktu itu, memulai proyek raksasanya pada 1825.
 
Daendels membuat jalan ekonomi Anyer-Panarukan sepanjang sekitar 1.000 km. Proyek yang menelan korban ribuan jiwa rakyat Indonesia itu menghubungkan Cilegon, Serang, Tangerang, Jakarta (dulunya bernama Sunda Kelapa, kemudian Batavia), Cirebon, Semarang, Surabaya sampai ke Pasuruan. Penduduk sepanjang proyek perjalanan tadi bekerja tanpa dibayar atau kerja rodi. Setelah selesai, jalan yang dibangun dari keringat dan mayat bangsa Indonesia kemudian terkenal sebagai jalan Deandels atau jalan rodi. Sayangnya tak ada monument atau prasati untuk mengenang sejarah yang penuh darah itu.
 
Konon, karena Gunung Krakatau meletus, mercusuar itu hancur lebur. Puing-puing dan pondasinya masih bisa Anda lihat beberapa meter dari mercusuar. Jadi mercusuar yang ada sekarang merupakan bangunan baru. Bangunan itu pun nyaris rata dengan tanah akibat hantaman meriam angkatan laut Jepang sekitar tahun 1942. Meski tak sampai runtuh, namun mercusuar itu sempat rusak berat. Bekas hantaman meriam itu bisa dilihat apabila Anda naik mercusuar itu, yakni berupa lubang besar yang kini sudah ditambal. Kini, mercusuar Anyer seakan tenggelam di tengah-tengah maraknya sarana wisata modern, terutama setelah tumbuhnya resor-resor di tepi pantai. Padahal, mercusuar ini menjadi saksi bisu kekejaman penjajahan Belanda. sampai saat ini Menara Mersucuar anyer masih ada dan menjadi tempat wisata pantai di anyer dan banyak dikunjungi wisatawan.

SUMBER


ASAL MULA PELABUHAN MERAK




ASAL MULA PELABUHAN  MERAK

seperti yang kalian ketahui pelabuhan merak merupakan tempat penyebrangan masyarakat untuk menyebrang ke lampung. sejarah awal Pelabuhan Merak yaitu: disini ada yang namanya Kapal “Taliwang” yg tercatat dalam rintisan sejarah RI, sebagai alat perhubungan pertama menghubungkan Merak dan Panjang, 1952.
Pelabuhan Merak dibangun sejak 1912 oleh Hindia Belanda melalui sebuah perusahaan pengelolaan kereta api (Staatsspoorwegen), setahun sebelum Pelabuhan Kamal dibangun 1913. Masa ini Pelabuhan Merak digunakan oleh pemerintah Hindia Belanda sebagai pendukung jalur kereta api Tanah Abang (Jakarta) dengan Merak di Banten. Sampai pada masa Pasca Kemerdekaan, ketika nasionalisasi perusahaan asing digulirkan, pengelolaan Pelabuhan Merak diambil alih oleh Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1959.
Menurut sebuah penelitian, dijadikannya Merak sebagai lokasi pelabuhan, tidak terlepas dari dari beberapa pertimbangan; Pertama, posisi Merak waktu itu jika dilihat dari ketersediaan sarana transportasi sangat berdekatan dengan Pulau Sumatera dibandingkan dengan daerah lainnya di pantai Utara di Pulau Jawa yaitu sejauh 105.79 Km dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Panjang.
Kedua, karena jarak yang dekat itulah maka otomatis jarak tempuh menjadi semakin dekat. Pemerintah Hindia Belanda memandang hal ini sebagai keuntungan dalam ekonomi maupun politik, misalnya untuk meredam jika ada pemberontakan atau bentuk perlawanan lainnya;
Ketiga, keadaan geografis di Merak sangat memungkinkan untuk menjadi sebuah pelabuhan sebab secara alami didukung oleh palung laut serta adanya pulau-pulau yang dapat menahan hempasan ombak dari Samudera Hindia yang masuk ke Selat Sunda;
Keempat, secara politis lainnya Merak dapat menjadi tempat pengalihan terhadap aktivitas masyarakat pribumi agar tidak menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok;
Kelima, karena posisinya yang strategis maka Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Panjang sekaligus merupakan tempat untuk memantau dan mangawasi aktivitas pelayaran yang melintas di Selat Sunda terutama kapal-kapal dagang yang merupakan saingan pemerintah Hindia Belanda. Hal ini mengindikasikan arti penting jalur ini.

SUMBER



ASAL MULA KARANG BOLONG



 ASAL MULA KARANG BOLONG

Karang Bolong adalah salah satu wisata yang banyak dikunjungi masyarakat sekitar, karang bolong tempat wisata yang menarik buat dikunjungi, sejarah awal karang bolong adalah Pada awalnya, pantai yang berada di ruas jalan utama Anyer-Carita ini dikenal dengan nama Pantai Karang Suraga. Nama ini diambil dari Suryadilaga, nama orang sakti mandraguna pada zaman dahulu yang bertapa di tempat ini hingga akhir hayatnya. Meski Suryadilaga telah lama meninggal, masyarakat sekitar pantai ini meyakini bahwa ia masih hidup dan bermukim di pantai tersebut.

Dalam perkembangan selanjutnya, perlahan-lahan nama Karang Suraga memudar dan berganti nama menjadi Karang Bolong. Hal ini disebabkan adanya sebuah batu karang besar yang di tengahnya berlubang (bolong) dan membentuk sebuah lengkungan. Salah satu ujung karangnya berada di tepi pantai, sementara ujung karang yang satu lagi menghadap ke laut lepas.

Nama Pantai Karang Bolong diambil dari karang yang besar dan berlubang ditengah nya atau bolong.. Karang Bolong merupakan karang besar yang berlubang di tengahnya, menurut perkiraan para ahli, diperkirakan akibat letusan gunung Krakatau pada tahun 1883.

Pantai Karang Bolong berbentuk lengkung yang sangat lebar dan menghadap langsung ke laut lepas. Oleh pengelola pantai ini, beberapa bagian karang diberi anak tangga agar pengunjung bisa menaiki karangnya hingga bagian atas. Dari tempat ketinggian di atas karang itulah para pengunjung bisa menikmati pemandangan laut, sampai saat ini karang bolong masih sering dikunjungi para wisatawan.

SUMBER


 

Template by:

Free Blog Templates