Rabu, 10 Desember 2014

asal mula kota cilegon


Asal Mula Kota Cilegon

Kota Cilegon dalam pembentukannya mengalami beberapa masa, yang dimulai dari masa Sultan Ageng Tirtayasa (tahun 1651 – 1672). Pada tahun 1651 Cilegon merupakan kampung kecil dibawah kekuasaan Kerajaan Banten, pada masa itu Cilegon berupa tanah rawa yang belum banyak didiami orang. Kota Cilegon terletak di propinsi Banten. Kata Cilegon berasal dari kata “Ci” atau “Cai” yang artinya air dan kata “Legon” yang artinya lengkungan. Cilegon bisa diartikan sebagai kubangan air atau rawa-rawa. Hal ini sesuai dengan banyaknya nama tempat di Cilegon yang menggunakan nama Kubang dan Rawa, Seperti: Kubang Sepat, Kubang Lele, Kubang Welut, Kubang Welingi, Kubang Lampit, Kubang Lampung, Kubang Menyawak, Kubang Bale, Kubang Lesung, Kubang Lumbra, Kubang Kutu, Kubang Saron, Kubang Wates, Kubang Sari, dan yang lainnya.
Sepintas penyebutan kata LEGON mirip dengan kata "LAGUNA" atau "LAGOON" dalam bahasa Inggris yang berarti danau kecil atau tasik yg dikelilingi oleh karang atau pasir yg menutup pesisir atau muara sungai. Cilegon pada Abad-16 merupakan sebuah kampung kecil yang dikelilingi rawa-rawa atau kubang-kubang yang berubah dan berkembang menjadi area persawahan dan pemukiman. Kubang Sepat terletak di daerah ramanuju, menurut filosofis saya dahulu ada sebuah kubangan yang didalamnya berisi ikan sepat maka dari itu dinamakan kubang sepat dan ada kubang wuluh terletak di daerah kebon dalem dahulu saya pernah tinggal disana katanya ada kubangan yang dikelilingin banyak pohon bambu yang dinamakan kubang wuluh, selain banyaknya kubangan disana juga terdapat rawa-rawa salah satunya adalah Desa Rawa Arum terletak di Kecamatan Grogol. Nama desa tersebut berasal dari sebuah nama situ, yaitu Situ Rawa Arum.
Asal mula terbentuknya Situ Rawa Arum berawal saat meletusnya Gunung Krakatau pada tahun 1883. Situ Rawa Arum terbentuk akibat dari proses alam. Letusan Gunung Krakatau yang sangat dahsyat mengakibatkan tsunami yang begitu besar. Tsunami tersebut menenggelamkan beberapa wilayah yang sekarang lebih dikenal dengan nama Selat Sunda dan menenggelamkan sebuah desa. Ada sebuah desa yang dipimpin oleh seorang Ki Ageng yaitu Ki Ageng Ireng yang masih berkerabat dekat dengan Sultan Palembang. Singkat cerita, setelah sekian lama banjir yang menenggelamkan pesisir Selat Sunda telah surut, namun sebuah desa masih digenangi air. Akhirnya desa tersebut menjadi sebuah rawa yang banyak ditumbuhi bunga teratai yang berbunga putih dan menebarkan bau yang sangat harum. Karena rawa tersebut mengeluarkan bau yang begitu harum, maka dari itu Ki Ageng Ireng menyebutnya dengan nama Telaga Arum yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan Rawa Arum. sejak masa Kerajaan Banten dibawah Sultan Ageng Tirtayasa (Abdul Fatth) yang memerintah pada tahun 1651 - 1672, dilakukan pembukaan daerah persawahan di Serang dan Cilegon, maka sejak saat itu banyak pendatang yang datang dan menetap di Cilegon sehingga masyarakat cilegon sudah menjadi heterogen. Setelah itu Cilegon dibentuk menjadi District (kewedanaan) pada tahun 1816  . Sejak saat itu perkembangan Cilegon menjadi sangat pesat yang semula dari perkampungan kecil menjadi kewedanaan. Kantor District Cilegon (Kewedanaan Cilegon) masih ada dengan berdiri kokoh dan saat ini digunakan untuk Rumah Dinas Walikota Cilegon dengan nama Gedung Negara. Pendidikan yang berbasis Islam yang menonjol yaitu perguruan Al-Khairiyah dan Madrasah Al-Jauharotunnaqiyah. Pada tahun 1962 di Cilegon berdiri Pabrik Baja TRIKORA, kemudian berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 35 tanggal 31 Agustus 1970 nama Pabrik Baja TRIKORA diganti menjadi Pabrik Baja PT. Krakatau Steel Cilegon berikut anak perusahaannya. Tahun 1986 Cilegon menjadi Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1986 tentang Pembentukan Kota Administratif Cilegon, dengan luas wilayah 17.550 Ha. Tahun 1999 Cilegon menjadi kotamadya berdasarkan Undang-Undang No. 15 Tahun 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon. Selanjutnya sesuai dengan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, Kotamadya menjadi Kota dengan demikian Kotamadya Cilegon menjadi Kota Cilegon.

Sumber:
http://legendabanten.blogspot.com/2013/03/asal-mula-situ-rawa-arum.html
Warga kota Cilegon



0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates