PERAN GURU DALAM
MENSUKSESKAN IMPLEMENTASI
KURIKULUM 2013
KURIKULUM 2013
Kurikulum 2013
merupakan penyempurnaan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan(KTSP).
Kurikulum 2013 sendiri merupakan sebuah kurikulum yang mengutamakan pada pemahaman,
skill, dan pendidikan berkarakter, dimana siswa dituntut untuk paham atas
materi, aktif dalam proses berdiskusi dan presentasi serta memiliki sopan
santun dan sikap disiplin yang tinggi. Dalam kurikulum 2013 menggunakan metode
saintifik yang terdiri dari: Mengamati, yaitu pada tahap peserta didik bisa
melakukan pengamatan melalui kegiatan melihat, menyimak, mendengar dan membaca.
Guru memfasilitasi anak didik untuk melakukan pengamatan, melatih mereka untuk
memperhatikan hal yang penting dari suatu objek, Menanya, yaitu: mengajukan
pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang
diamati/pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang yang diamati , Mengumpulkan
informasi, yaitu: pada tahap ini siswa melakukan eksperimen, membaca sumber
lain, mengamati suatu objek dan melakukan wawancara dengan narasumber untuk
mendapatkan informasi, Mengasosiasikan, yaitu: pada tahap ini siswa
mengelola informasi yang sudah
dikumpulkan dari hasil kegiatan eksperimen maupun mengumpulkan informasi, Mengkomunikasikan,
yaitu: pada tahap ini siswa dituntut untuk menyimpulkan hasil kerjanya yang
mereka buat dan sekarang kurikulum 2013 ditambah proses mencipta, yaitu pada
tahap ini siswa membuat suatu hasil karya dari kegiatan yang mereka lakukan lalu
memajangnya disekeliling ruang kelas dan melakukan penilaian antar
kelompok.
Kurikulum 2013 sudah
diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V
sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Kurikulum 2013
memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan
aspek sikap. Untuk aspek
pengetahuan pada kurikulum 2013, masih serupa dengan aspek di kurikulum yang
sebelumnya, yakni masih pada penekanan pada tingkat pemahaman siswa dalam hal
pelajaran. Nilai dari aspek pengetahuan bisa diperoleh dari Ulangan Harian,
Ujian Tengah/Akhir Semester, dan Ujian Kenaikan Kelas. Pada aspek keterampilan
merupakan aspek baru yang dimasukkan dalam kurikulum di Indonesia. Keterampilan
merupakan upaya penekanan pada bidang skill atau kemampuan. Misalnya adalah
kemampuan untuk mengemukakan opini pendapat, berdiksusi/bermusyawarah, membuat
berkas laporan, serta melakukan presentasi. Aspek Keterampilan sendiri
merupakan salah satu aspek yang cukup penting karena jika hanya dengan
pengetahuan, maka siswa tidak akan dapat menyalurkan pengetahuan yang dimiliki
sehingga hanya menjadi teori semata, yang terakhir yaitu: Aspek sikap merupakan
aspek tersulit untuk dilakukan penilaian. Sikap meliputi perangai sopan santun, adab dalam
belajar, sosial, absensi,dan agama. Kesulitan penilaian dalam aspek ini banyak
disebabkan karena guru tidak setiap saat mampu mengawasi siswa-siswinya.
Sehingga penilaian yang dilakukan tidak begitu efektif.
Dalam kurikulum 2013 peran guru terdiri atas, Guru sebagai desainer
pembelajaran, yaitu: Sebagai guru professional, guru mendesain bagaimana corak
pembelajaran yang akan dijalankan. Desain pembelajaran itu sudah terekam dalam
perangkat pembelajaran yang terstruktur, praktis dan bias diterapkan, Guru
Sebagai Seniman Pembelajaran,yaitu: Pembelajaran di ruang kelas memiliki nilai
dan sentuhan seni sehingga menimbulkan rasa senang bagi siswa. Sebelumnya guru
telah melakukan perancangan terhadap pembelajaran yang mengandung unsur seni
sehingga rancangan tersebut dapat dijalankan oleh guru, Guru sebagai Motivator
pembelajaran, yaitu: Peran tersulit dialami guru adalah membangkitkan semangat
dan kemauan siswa untuk mengeksplorasi materi belajar sebanyak mungkin.
Motivasi yang cukup akan membuat siswa terangsang untuk belajar secara maksimal,
Guru sebagai Mediator pembelajaran, yaitu: Kehadiran guru dalam pembelajaran
sebagai perantara antara sumber belajar dengan siswa. Guru menyajikan pokok
permasalahan pembelajaran kepada siswa dan siswa menerima, menelaah, dan
membahas materi itu sehingga menjadi miliknya, Guru sebagai Inspirator
pembelajaran, yaitu: Guru menjadi sumber inspirasi utama bagi siswa dalam
mengelola materi pelajaran. Pemikiran dan strategi yang disampaikan guru akan
menggerakkan siswa belajar secara mandiri dan kreatif. Dalam kurikulum 2013
juga sebagai fasilitator bagi siswa, disini guru tidak hanya bisa sekedar
mengajar saja tapi harus tau bagaimana karakter dari masing-masing siswa
dikelas karena setiap karakter siswa berbeda-beda, guru juga harus mengkondisikan
kelas dengan baik dan guru harus mengerti dalam penerapan kurikulum 2013 agar
dapat mengimplementasikan dikelas dengan baik serta guru harus menambah wawasan
yang luas dengan menggunakan teknologi karena dalam kurikulum 2013 juga
dibutuhkan keterampilan teknologi untuk guru bukan hanya siswa saja. Maka dari
itu disini peran guru sangat penting dalam mensukseskan implementasi kurikulum
2013.
0 komentar:
Posting Komentar