AKTIVITAS
BELAJAR SISWA DAN KONTRUKTIVISME
MENURUT VON GLASERSFELD
Filsafat pendidikan
merupakan penerapan konsep pemikiran filsafat dapat digunakan sebagai salah
satu pedoman. Filsafat dapat dikatakan berbeda dengan ilmu-ilmu khusus, karena
tidak menyelami suatu kenyataan tertentu, tetapi mengajukan pertanyaan tentang
seluruhnya atau tentang hakekat, asas, prinsip dari kenyataan, tetapi dapat
dikatakan bahwa filsafat menyelidiki diri sendiri bahwa ia mempersoalkan diri
sendiri , sehingga hal demikian tidak ada pada ilmu apapun juga. Secara fikiran
filsafat menyatakan bahwa filsafat selalu mengulangi penegasan mengenai hal
dirinya dan kemajuan terhadap dirinya sendiri. Sedikitnya mengenai filsafat,
dalam filsafat terdapat beberapa aliran, salah satu aliran kontruktivisme. Disini
saya akan membahas tentang aliran kontruktivisme Menurut
von Glasersfeld yang
berhubungan dengan aktivitas belajar siswa.
Aliran filsafat
konstruktivisme dalam pendidikan menekankan pada keaktifan siswa untuk
mengembangkan pengetahuannya, dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya.
Siswa akan lebih aktif dan kreatif sehingga mampu berdiri sendiri dalam
kehidupan kognitifnya. Kreativitas siswa akan membantunya menjadi orang yang
kritis dalam menganalisis suatu hal sebab mereka selalu berfikir, tak hanya
menerima saja. Kontruktivisme Berasal dari kata “to construct” yang
artinya membangun atau menyusun. Menurut Von Glasersfeld (dalam Anggriamurti,
2009) bahwa konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang
menekankan bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri.
Pengetahuan itu dibentuk oleh struktur konsepsi seseorang sewaktu berinteraksi
dengan lingkungannya.
Berkaitan dengan
pembelajaran, von Glasersfeld (dalam Yackel, Cobb, Wood, dan Merkel; 2002)
menyatakan pandangannya sebagai berikut. Jika mempercayai bahwa pengetahuan
harus dikonstruksi oleh setiap individu yang belajar, maka pembelajaran menjadi
sangat berbeda dengan pembelajaran tradisional yang meyakini pengetahuan ada di
kepala guru dan guru harus mencari cara untuk mentransfer pengetahuan tersebut
kepada siswa. Pembelajaran menurut konstruktivisme radikal memandang bahwa
pengetahuan harus dikonstruksi oleh individu. Jadi berdasar informasi yang
masuk ke diri siswa, siswa aktif belajar mengkonstruksi pengetahuan berdasar
pengalaman sendiri. Hal ini, pada awal penyerapan pengetahuan, dimungkinkan
terjadinya perbedaan konsepsi antar siswa terhadap hasil pengamatan.
Teori kontruktivisme
adalah teori yang mengutamakan aspek membangun pengetahuannya sendri, peran
guru pada kontruktivisme adalah sebagai fasilitator saja, maksudnya
pengajar akan memberikan pengetahuan, saran dan bantuan yang siswa butuhkan,
serta sebagai mediator dan teman untuk membantu siswa mengkonstruksi
pengetahuannya. Focus utama atau objek dalam teori belajar konstruktivisme
adalah keaktifan yang dilakukan oleh peserta didik itu sendiri., siswa disini lebih aktif dari pada guru agar siswa lebih
kreatif dalam mengembangkan pengetahuannya sendiri . Tujuan Teori
Konstruktivisme, yaitu Menumbuhkan motivasi siswa bahwa belajar merupakan tanggung
jawabnya sendiri, Mengembangkan kemampuan siswa untuk mengajukan pertanyaan dan
mencari sendiri pertanyaannnya, Mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi
pemikir yang mandiri.
Dengan begitu aliran
kontruktivisme menurut von Glasersfeld ini membuat aktivitas siswa semakin
mandiri dan menambah kreativitas siswa dalam belajar karena mengkontruksi
pengalaman-pengalaman yang ia ketahui. Tugas guru utamanya bukan mentransfer
pengetahuan tetapi memfasilitasi kegiatan pembelajaran sehingga siswa memiliki
kesempatan aktif belajar dengan cara mengkonstruksi pengetahuan berdasar
pengalaman siswa sendiri. Dalam kegiatan pembelajaran guru perlu mempertimbang
adanya perbedaan tingkat konsepsi siswa terhadap apa yang yang diamati. Dalam
memahami suatu konsep sering terjadi konflik kognitif disebabkan oleh adanya
problematika perbedaan tingkat konsepsi akibat beragamnya pengalaman siswa.
Dalam hal seperti ini, guru perlu membuat kesepakatan-kesepakatan konseptual
misalnya melalui diskusi kelas.
SUMBER
0 komentar:
Posting Komentar