ASAL MULA
TARI KECAK
Tari kecak atau Seni tari Kecak
merupakan sebuah seni tari yang berasal dari Bali Indonesia, Seni Tari Kecak
ini dipertunjukkan oleh banyak [puluhan atau lebih] para penari laki-laki yang
duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu dan sambil menyerukan “cak”
serta mengangkat kedua lengan. Para penari yang duduk melingkar tersebut
mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur melingkari pinggang mereka.
Selain para penari itu, ada pula para penari lain yang memerankan tokoh-tokoh
Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman, dan Sugriwa.
Tari Kecak menggambarkan kisah
Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan Rahwana. Namun demikian, Kecak
berasal dari ritual sanghyang, yaitu tradisi tarian yang penarinya akan berada
pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para
leluhur dan kemudian menyampaikan harapan-harapannya kepada masyarakat.
Tari Kecak - seni tari kebudayaan
taradisional "Tari Kecak". Tari kecak adalah tarian yang berasal dari
Bali. Banyak di antara kita belum mengetahui bagaimana makna filosofi sejarah
asal-usul mula dinamakan tari kecak. Dan bagaimana kita menerapkan tari kecak
itu sendiri di kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu akan membahas tentang
filosofi tarian Kecak, mulai dari sejarah , asal mula, fungsi dan manfaat tari
kecak , nilai budaya yang terkandung di Tari Kecak. Fungsi Tari Kecak itu sendiri adalah sebagai sarana upacara
merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam suatu kehidupan masyarakat yang
sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya sampai masa kini
yang berfungsi sebagai ritual. Selain itu Tari Kecak salah satu bentuk
penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini memiliki tujuan
hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan. Tari ini juga
sebagai tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan
dan penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada
tujuannya. Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Serta sebagai sarana pendidikan dengan
mengajarkan di sekolah – sekolah formal.
Tari kecak
pertama kali berkembang di Bona, Gianyar. Pada awalnya tari kecak merupakan
suatu seni musik yang di hasilkan dari perpaduan suara yang biasa mengiringi
tarian sahyang. Pada mulanya hanya dapat di pentaskan di pura, karena Tarian
Sahyang merupakan salah satu tarian sakral. Namun pada tahun 1930an muncul
seorang seniman bernama Wayan Limbak yang bekerja sama dengan seorang pelukis
dari Jerman yang bernama Walter Spies yang mencoba mengembangkan tarian ini
dengan mengambil bagian dari cerita ramayana yang di dramatarikan sebagai
pengganti dari tarian sahyang dengan tujuan agar tarian ini dapat dipentaskan
di depan khalayak ramai. Bagian cerita yang diambil dan di dramatarikan awalnya
adalah ketika Dewi Shinta di culik oleh Raja Rahwana. Tari Kecak sendiri mulai
populer di mancanegara sejak tahun 1970'an ketika Wayan Limbak berkeliling
dunia untuk mempromosikan tari ini.
Nama kecak adalah sebuah nama yang diambil dari suara yang keluar dari iringan tari tersebut yang berdendang "Cak " yang di dendangkan secara terus menerus,dimana suara "cak" ini memiliki arti yamg sangat signifikan di dalam pementasan tarian ini. Mayoritas pemain tari kecak adalah laki-laki yang jumlahnya bisa mencapai puluhan. Tari Kecak juga sering disebut dengan "The Monkey Dance". Sekarang ini tari kecak sudah sangat populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun di kalangan Turist asing. Boleh di katakan salah satu kebudayaan asal indonesia ini telah mendunia dan bertaraf internasional. Keunikan dari Tari Kecak ini adalah tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun seperti tarian pada umumnya, tetapi hanya diiringi dengan paduan suara sekitar 70 - 100 orang pria. Tarian ini berasal dari jenis tari sakral “Sang Hyang”. Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya.
Nama kecak adalah sebuah nama yang diambil dari suara yang keluar dari iringan tari tersebut yang berdendang "Cak " yang di dendangkan secara terus menerus,dimana suara "cak" ini memiliki arti yamg sangat signifikan di dalam pementasan tarian ini. Mayoritas pemain tari kecak adalah laki-laki yang jumlahnya bisa mencapai puluhan. Tari Kecak juga sering disebut dengan "The Monkey Dance". Sekarang ini tari kecak sudah sangat populer baik di kalangan masyarakat Indonesia maupun di kalangan Turist asing. Boleh di katakan salah satu kebudayaan asal indonesia ini telah mendunia dan bertaraf internasional. Keunikan dari Tari Kecak ini adalah tidak diiringi dengan alat musik/gamelan apapun seperti tarian pada umumnya, tetapi hanya diiringi dengan paduan suara sekitar 70 - 100 orang pria. Tarian ini berasal dari jenis tari sakral “Sang Hyang”. Pada tari Sang Hyang seorang yang sedang kemasukan roh berkomunikasi dengan para dewa atau leluhur yang sudah disucikan. Dengan menggunakan si penari sebagai media penghubung para dewa atau leluhur dapat menyampaikan sabdanya.
SUMBER
0 komentar:
Posting Komentar