Selasa, 27 Januari 2015

ASAL MULA TARI COKEK BANTEN



ASAL MULA TARI COKEK BANTEN

Sejarah munculnya Tari Cokek berawal dari adanya pentas hiburan yang diadakan oleh para juragan tanah etnis Tionghoa yang tinggal di kota Tangerang. Dalam pentas seni itu, Tan Sio Kek, yang merupakan salah satu juragan tanah yang cukup di segani di Tangerang, dengan mempersembahkan tiga orang penari sebagai wujud partisipasinya dalam pesta hiburan rakyat itu.  Salah satu alat musik yang mereka bawa yakni Rebab Dua Dawai. Atas permintaan Tan Sio Kek, musisi itu kemudian memainkan alat musik yang mereka bawa dari daratan Cina. Pada saat yang bersamaan, grup musik milik Tan Sio Kek juga memainkan beberapa alat musik tradisional dari daerah Tangerang, seperti seruling, gong serta kendang.

Lantunan nada dari perpaduan alat musik daratan Cina dan Tangerang itu kemudian dikenal dengan nama musik Gambang Kromong. Untuk meramaikan suasana pesta, Tan Sio Kek menghadirkan tiga orang wanita. Sesuai permintaan Tan Sio Kek, mereka menari mengikuti alunan musik yang dimainkan para musisi. Para tamu yang menghadiri pesta menyebut ketiga penari itu Cokek. Konon, Cokek merupakan sebutan bagi anak buah Tan Sio Kek. Sejak saat itulah, masyarakat Tangerang di provinsi Banten mulai mengenal nama tari Cokek. Tari Cokek dimainkan oleh tiga orang penari wanita. Kini, pertunjukan Tari Cokek seringkali dimainkan oleh 5 hingga 7 orang penari wanita dan beberapa orang laki laki sebagai pemain musik dan sebagian ikut mengiringi tarian wanita. Sehelai selendang yang mengikat di pinggang penari perempuan merupakan salah satu ornamen baju utama para penari wanita dipadu kebaya warna mencolok.

Keistimewaan tari Cokek terlihat pada gerakan tubuh penarinya yang bergerak perlahan-lahan, sehingga mudah untuk diikuti. Tarian diawali dengan formasi memanjang, dimana antara satu penari dengan penari lainnya saling  bersebelahan. Setelah itu, kaki para penari digerakkan melangkah maju mundur dengan diikuti rentangan tangan setinggi bahu. Rentangan tangan itu disesuaikan dengan gerakan kaki yang bergerak maju mundur tersebut. Gerakan ini kemudian dilanjutkan dengan ajakan kepada para penonton untuk ikut bergabung menari. Ajakan kepada para penonton dilakukan dengan cara mengalungkan selendang ke leher sambil menarik maju ke depan. Ajakan tersebut umumnya ditujukan kepada para tamu undangan yang terdiri dari para pemuka masyarakat dan orang kaya setempat. Proses menari bersamaan ini dilakukan berdekatan antara penari dengan penonton, tetapi tidak saling bersentuhan. Selain gerakannya yang pelan dan mudah untuk diikuti, tari cokek juga memiliki keistimewaan lainnya yaitu busana penarinya. Busana yang dipakai para penari cokek adalah kebaya yang terbuat dari kain sutra yang berwarna hijau, merah, kuning dan ungu. Warna ini dapat bertambah mencolok ketika terkena pancaran sinar lampu. Kilaunya busana tari cokek ini menambah indahnya nuansa pada warna itu. selain keindahan busananya, rambut penari yang dikepang dan dipasangi sanggul juga menambah kecantikan para penari itu.

SUMBER



0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates