Selasa, 27 Januari 2015

Mitos Rumah Tusuk Sate



MITOS RUMAH TUSUK SATE

Disini saya akan membahas mitos tentang rumah tusuk sate. Salah satu hal yang dihindari masyarakat Tionghoa, berdasarkan Fengshui, yakni rumah di tusuk sate (titik pertemuan persimpangan jalan). Pasalnya, warga Tionghoa mempercayai jika hal tersebut bisa mendatangkan berbagai keburukan bagi penghuninya. Keburukan bisa datang bagi penghuni adalah semua hal bisa terasa serba salah, kesehatan menurun dan sakit-sakitan, keuangan menipis, dan keharmonisan keluarga memburuk. Namun ada juga penghuni yang cocok dengan lokasi tusuk sate, bahkan tak jarang mengenai kesehatan, keuangan, dan keharmonisan keluarga justru makin membaik. Hal ini disebabkan aliran chi yang kuat dilokasi tersebut. Rumah idaman memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun bagaimana jika lokasi rumah yang tidak ideal seperti dalam ilmu fengshui disebut dengan rumah tusuk sate atau letak rumah yang menghadap sejajar dengan jalan.
Dalam kepercayaan masyarakat  Tionghoa kondisi rumah tersebut memiliki unsur yang negatif. Selain masyarakat tionghoa, masyarakat jawa juga mempercayai itu contohnya  didekat rumah saya ada satu rumah yang arahnya searah dengan tusuk sate dan ada yang mau membeli rumah tersebut tetapi orang tuanya tidak setuju, orang tuanya berasal dari jawa. Konon katanya, rumah yang searah tusuk sate itu membawa malapetaka dan bencana bagi yang menempatinya. Itulah mitos yang berkembang di masyarakat kita dan beberapa ilmu ramalan keberuntungan.
Kalau dipikir-pikir rumah searah tusuk sate(sebuah rumah yang menghadap persimpangan antara 2 jalan yang membentuk huruf  T) diluar pemahaman itu memang terkandung bahaya, misalnya kalau ada mobil yang melaju kencang dan tidak dapat mengendalikan kecepatannya pastinya akan menabrak rumah yang searah tusuk sate tersebut atau juga sorot lampu depan mobil yang dapat mengganggu penghuni rumah. Percaya tidak percaya terhadap rumah arah tusuk sate tersebut, sebagian ada orang-orang yang mempercayainya, dan ada juga orang-orang yang tidak mempercayai ajaran yang dianggap takhayul tersebut. Mitos adalah hal-hal yang sering kita dengar dari orang tua kita atau kakek/nenek kita. Mitos tersebut tentunya berawal dari banyaknya kasus yang terjadi karena melanggar takhayul tersebut meski segala sesuatunya adalah bersandarkan atas kehendak Tuhan. Percaya atau tidaknya tergantung kita yang menyikapinya.

SUMBER
Warga sekitar



0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates