BAPAK
ASTRONOMI DUNIA
GALILEO
GALILEI
Penemuan Galileo yang paling masyhur adalah di bidang
astronomi. Teori perbintangan di awal tahun 1600-an berada dalam situasi yang
tak menentu. Terjadi selisih pendapat antara penganut teori Copernicus yang
matahari-sentris dan penganut teori yang lebih lama, yang bumi-sentris. Sekitar
tahun 1609 Galileo menyatakan kepercayaannya bahwa Copernicus berada di pihak
yang benar, tetapi waktu itu dia tidak tahu cara membuktikannya. Di tahun 1609,
Galileo dengar kabar bahwa teleskop diketemukan orang di Negeri Belanda.
Meskipun Galileo hanya mendengar samar-samar saja mengenai peralatan itu,
tetapi berkat kegeniusannya dia mampu menciptakan sendiri teleskop. Dengan alat
baru ini dia mengalihkan perhatiannya ke langit dan hanya dalam setahun dia
sudah berhasil membikin serentetan penemuan besar.
Pada halaman ini Galileo pertama
kali menulis tentang pengamatan bulan dari planet Jupiter. Pengamatan inilah
yang menjungkirbalikkan kaidah bahwa seluruh benda langit harus mengitari Bumi.
Galileo menulisnya secara lengkap tentang hal ini dalam Sidereus Nuncius
pada tahun 1610.
Dilihatnya
bulan itu tidaklah rata melainkan benjol-benjol, penuh kawah dan gunung-gunung.
Benda-benda langit, kesimpulannya, tidaklah rata serta licin melainkan tak
beraturan seperti halnya wajah bumi. Ditatapnya Bima Sakti dan tampak olehnya
bahwa dia itu bukanlah semacam kabut samasekali melainkan terdiri dari sejumlah
besar bintang-bintang yang dengan mata telanjang memang seperti teraduk dan
membaur satu sama lain.
Kemudian
diincarnya planet-planet dan tampaklah olehnya Saturnus bagaikan dilingkari
gelang. Teleskopnya melirik Yupiter dan tahulah dia ada empat buah bulan berputar-putar
mengelilingi planet itu. Di sini terang-benderanglah baginya bahwa benda-benda
angkasa dapat berputar mengitari sebuah planit selain bumi. Keasyikannya
menjadi-jadi: ditatapnya sang surya dan tampak olehnya ada bintik-bintik dalam
wajahnya. Memang ada orang lain sebelumnya yang juga melihat bintik-bintik ini,
tetapi Galileo menerbitkan hasil penemuannya dengan cara yang lebih efektif dan
menempatkan masalah bintik-bintik matahari itu menjadi perhatian dunia ilmu
pengetahuan. Selanjutnya, penelitiannya beralih ke planet Venus yang memiliki
jangka serupa benar dengan jangka bulan. Ini merupakan bagian dari bukti
penting yang mengukuhkan teori Copernicus bahwa bumi dan semua planet lainnya
berputar mengelilingi matahari.
Perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi pengamatan pada lima abad lalu membawa manusia
untuk memahami benda-benda langit terbebas dari selubung mitologi. Galileo Galilei (1564-1642) dengan
teleskop refraktornya mampu menjadikan mata manusia "lebih tajam"
dalam mengamati benda langit yang tidak bisa diamati melalui mata bugil.
Karena
teleskop
Galileo bisa mengamati lebih tajam, ia bisa melihat berbagai perubahan
bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus
Purnama sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari.
Teleskop
Galileo terus disempurnakan oleh ilmuwan lain seperti Christian Huygens
(1629-1695) yang menemukan Titan, satelit Saturnus, yang berada hampir 2
kali jarak
orbit Bumi-Yupiter.
Perkembangan
teleskop
juga diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda
langit dan hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler
(1571-1630) dengan Hukum Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton
(1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan dua teori perhitungan inilah
yang memungkinkan pencarian dan perhitungan benda-benda langit
selanjutnya.
Galileo
diakui menjadi yang pertama dalam menggunakan teleskop untuk maksud astronomis.
Pada awalnya teleskop dibuat hanya dalam rentang panjang gelombang tampak saja
(seperti yang dibuat oleh Galileo, Newton, Foucault, Hale, Meinel, dan
lainnya), kemudian berkembang ke panjang gelombang radio setelah tahun 1945,
dan kini teleskop meliput seluruh spektrum elektromagnetik setelah makin
majunya penjelajahan angkasa setelah tahun 1960. Perkembangan teleskop juga
diimbangi pula dengan perkembangan perhitungan gerak benda-benda langit dan
hubungan satu dengan yang lain melalui Johannes Kepler (1571-1630) dengan Hukum
Kepler. Dan puncaknya, Sir Isaac Newton (1642-1727) dengan hukum gravitasi. Dengan
dua teori perhitungan inilah yang memungkinkan pencarian dan perhitungan
benda-benda langit selanjutnya. Karena teleskop Galileo bisa mengamati lebih
dalam lagi benda-benda langit, hingga berisar pada tahun 1564-1642 M dengan
teropong refraktornya dia mampu menjadikan manusia bisa melihat benda langit
dengan mata bugil.disamping itu Galileo pada waktu itu bisa melihat berbagai
perubahan bentuk penampakan Venus, seperti Venus Sabit atau Venus Purnama
sebagai akibat perubahan posisi Venus terhadap Matahari.Pada tahun 1629-1695
teleskop galileo disempurnakan oleh Christian Huygens yaitu seorang ilmuan yang
menemukan satelit saturnus.
Pada
tahun 1704, Sir Issac Newton mengumumkan konsep baru dalam desain teleskop.
Newton menyatakan bahwa lensa dapat memecah cahaya putih menjadi spektrum
cahaya yang membentuknya hingga menyebabkan apa yang disebut lenturan kromatik
(lingkaran cahaya kemerahan di sekitar objek yang dilihat dengan menggunakan
cermin). Newton menghindari masalah tadi dalam teleskop rancangannya dengan
memakai cermin lengkung yang digunakan untuk mengumpulkan sinar dan memancarkan
kembali ke titik fokusnya. Cermin pemantul ini bertindak sebagai semacam
keranjang pengumpul cahaya: semakin besar keranjang, semakin banyak cahaya yang
bisa dikumpulkan. Teleskop Newton ini disebut teleskop refleksi
(reflektor).Perkembangan teleskop berefek pada perkembangan perhitungan gerak
benda-benda langit serta hubungan antara satu dan yang lainnya .dan selanjutnya
bisa mendeteksi kemungkinan pencarian dan perhitungan benda-benda langit yang
lainnya.
SUMBER:
0 komentar:
Posting Komentar