MITOS RUMAH TUSUK
SATE
Disini saya akan membahas mitos tentang rumah
tusuk sate. Salah satu hal yang dihindari masyarakat Tionghoa, berdasarkan
Fengshui, yakni rumah di tusuk sate (titik pertemuan persimpangan jalan).
Pasalnya, warga Tionghoa mempercayai jika hal tersebut bisa mendatangkan
berbagai keburukan bagi penghuninya. Keburukan bisa datang bagi penghuni adalah
semua hal bisa terasa serba salah, kesehatan menurun dan sakit-sakitan,
keuangan menipis, dan keharmonisan keluarga memburuk. Namun ada juga penghuni
yang cocok dengan lokasi tusuk sate, bahkan tak jarang mengenai kesehatan,
keuangan, dan keharmonisan keluarga justru makin membaik. Hal ini disebabkan
aliran chi yang kuat dilokasi tersebut. Rumah idaman memang menjadi harapan
bagi setiap orang. Namun bagaimana jika lokasi rumah yang tidak ideal seperti
dalam ilmu fengshui disebut dengan rumah tusuk sate atau letak rumah yang
menghadap sejajar dengan jalan.
Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa kondisi rumah tersebut memiliki unsur
yang negatif. Selain masyarakat tionghoa, masyarakat jawa juga mempercayai itu
contohnya didekat rumah saya ada satu
rumah yang arahnya searah dengan tusuk sate dan ada yang mau membeli rumah
tersebut tetapi orang tuanya tidak setuju, orang tuanya berasal dari jawa. Konon
katanya, rumah yang searah tusuk sate itu membawa malapetaka dan bencana bagi
yang menempatinya. Itulah mitos yang berkembang di masyarakat kita dan beberapa
ilmu ramalan keberuntungan.
Kalau dipikir-pikir rumah searah tusuk
sate(sebuah rumah yang menghadap persimpangan antara 2 jalan yang membentuk
huruf T) diluar pemahaman itu memang terkandung bahaya, misalnya kalau
ada mobil yang melaju kencang dan tidak dapat mengendalikan kecepatannya
pastinya akan menabrak rumah yang searah tusuk sate tersebut atau juga sorot
lampu depan mobil yang dapat mengganggu penghuni rumah. Percaya tidak percaya
terhadap rumah arah tusuk sate tersebut, sebagian ada orang-orang yang
mempercayainya, dan ada juga orang-orang yang tidak mempercayai ajaran yang
dianggap takhayul tersebut. Mitos adalah hal-hal yang sering kita dengar dari
orang tua kita atau kakek/nenek kita. Mitos tersebut tentunya berawal dari
banyaknya kasus yang terjadi karena melanggar takhayul tersebut meski segala
sesuatunya adalah bersandarkan atas kehendak Tuhan. Percaya atau tidaknya
tergantung kita yang menyikapinya.
SUMBER
Warga sekitar
0 komentar:
Posting Komentar